Penyuluhan Penerapan Konsep Wasathiyah bagi Ibu-ibu Kader PKK di Kelurahan Kutabaru, Pasar Kemis, Tangerang

Main Article Content

Elis Teti Rusmiati

Abstract

Konsep Wasathiyah (Islam moderat) mengemuka kembali dalam Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim sedunia di Istana Bogor, 1-3 Mei 2018. Islam Wasathiyah dipahami sebagai cara pandang yang memahami posisi Islam di antara dua titik ekstrem yang saling berlawanan: fundamentalis dan radikal di satu sisi, serta liberal dan permisif di sisi lain. Perempuan adalah pihak yang paling dikalahkan oleh fundamentalis dan tidak diuntungkan dalam penerapan syariah Islam yang kaku. Dalam keterkaitan dengan konsep Islam Wasathiyah, perempuan memiliki kemampuan monitoring yang dapat mempromosikan dialog konstruktif dan dapat memberikan pemahaman dalam keluarga maupun di masyarakat. Oleh sebab itu perempuan perlu dibekali pemahaman yang utuh mengenai konsep Wasathiyah, karena pemahaman yang keliru bisa menyuburkan radikalisme agama di satu sisi dan sikap permisif akan mengerdilkan pemahaman agama di sisi lain. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini meliputi beberapa tahapan yaitu: (1) survei; (2) pembuatan modul; (3) penyuluhan; (4) dialog interaktif; (5) evaluasi. Hasil penyuluhan memperlihatkan, pasca pelatihan, pengetahuan peserta mengenai konsep Wasathiyah bertambah. Peserta mulai menyadari bahwa mereka memiliki peran penting dalam menanamkan pemahaman yang benar tentang Islam Wasathiyah terhadap keluarga dan masyarakat.

Article Details

Section
Articles

References

Adimihardja, K., Hikmat, H. (2004). Participatory Research Appraisal dalam Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat. Bandung: Humaniora Utama Press.

Hanapi, M.S. (2014). The Wasatiyyah (Moderation) Concept in Islamic Epistemology: A Case Study of its Implementation in Malaysia, International Journal of Humanities and Social Science, 9(1).

Hutagalung, I & Ritonga, R. (2018). Pengaruh Iklim Komunikasi dan Komitmen Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Kecamatan XYZ Bekasi, Jurnal Kajian Komunikasi, 6(2), 72-84.

Lestari, P., Ritonga, R., Ruliana, P., & Barus, C.C. (2020). Disaster Communication Uses Field Training Exercise Simulation as an Important Aspect of Disaster Risk Reduction, Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 36(1), 166-186.

Rabasa, A. et.al. (2007). Building Moderate Muslim Networks, dalam Rand Corporation, Center for Middle East Public Policy. Rerieved from: https://www.rand.org/content/dam/rand/pubs/monographs/2007/RAND_MG574.pdf

Ritonga, R., Murwani, E., & Ritonga, S. (2017) Gender Awareness of Maria Hartiningsih as Daily Kompas Reporter, Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 2(2), 82-91