Pengembangan Agrowisata Melalui Pendekatan Community Based Tourism di Desa Mirat Kabupaten Majalengka – Jawa Barat
Main Article Content
Abstract
Desa Mira merupakan salah satu desa yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Majalengka. Wilayah ini memiliki bentang alam yang cukup lengkap, seperti dataran rendah berupa hamparan sawah dan perkebunan yang luas serta terdapat perbukitan disertai struktur bebatuan yang tersebar luas sehingga membentuk tebing-tebing. Adanya sumber daya alam tersebut perlu adanya pengembangan serta pengelolaan potensi Desa Mirat menjadi kawasan desa wisata khususnya di bidang agrowsiata serta melibatkan warga lokal yang berguna sebagai perberdayaan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengembangan agrowisata di Desa Mirat dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata. Hasil penelitian menujukan perlu adanya program pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan bercorak agrowisata yang dilakukan oleh pemerintah Desa Mirat berupa pelatihan dan pembinaan sadar wisata. Selain itu minimnya aksebilitas yang membuat kawasan tersebut sulit untuk dikunjungi, serta perlunya promosi agrowisata dibuat semenarik mungkin agar wisatawan tertarik mengunjungi agrowisata dengan berbagai event-event pariwisata
Article Details
References
Andini, N. (2013). Pengorganisasian Komunitas dalam Pengembangan Agrowisata di Desa Wisata Studi Kasus: Desa Wisata Kembangarum, Kabupaten Sleman. Journal of Regional and City Planning, 24(3), 173. https://doi.org/10.5614/jpwk.2013.24.3.2
Andrea, G., & Mtapuri, O. (2016). A community-based tourism affinity index : its development and possible use. African Journal of Hospitality, Tourism and Leisure, 5(1), 1–16.
Creswell, J. W. (2013). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar.
Hendriani, A. . (2014). Konsep Ekowisata desa Wisata Candirejo Magelang dan Pengaruhnya terhadap Pemukiman. Universitas Diponegoro.
Kemendagri, B. (2019). Data Pokok Desa/ Kelurahan. In Data Pokok Desa Mirat Majalengka. KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN.
Muzha, V. (2013). Pengembangan Agrowisata Dengan Pendekatan Community Based Tourism (Studi Pada Dinas Pariwisata Kota Batu Dan Kusuma Agrowisata Batu). Jurnal Administrasi Publik Mahasiswa Universitas Brawijaya, 1(3), 135–141.
Nyoman, E. I., & Putra, D. (2015). Pariwisata Berbasis masyarakat Model Bali (N. D. Putra (ed.)). Buku Arti.
Ramli, K. K., Kasim, M. M., & Razak, A. (2015). Community-based rural tourism as a sustainable development alternative: an analysis with special reference to the community-based rural homestay programmes in Malaysia. In Theory and Practice in Hospitality and Tourism Research (pp. 223–227). CRC Press.
Sastrayudha, G. S. (2015). Konsep Pengembangan Pariwisata Agrowisata. HandOut Mata Kuliah Concept Resort And Leisure, Strategi Pengembangan DanPengelolaan Resort And Leisure.
Simangunsong, T. L., & Soesanti, A. (2018). Penerapan Community Based Tourism (CBT) dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Duyung, Trawas, Mojokerto. Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (Sendimas) Universitas Kristen Maranatha, 3(1), 265–270.
Stewart, C. J., & Cash, W. B. (2012). Interview : prinsip dan praktik edisi 13. Salemba Humanika.
Sugiyono, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Tanzeh, A. (2011). Metodologi Penelitian Praktis. Teras.
The ASEAN Secretariat. (2016). Asean Community Based. ASEAN Community Based Tourism Standard The ASEAN Secretariat.